Manajemen SDM
“Proses SDM PT. KAI”
Dosen Pembimbing:
Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM
Disusun Oleh:
Nama: Suryadi Johan
NPM: 1721200059
Semester Ganjil Tahun 2018/2019
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Multi Data Palembang
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan
judul “Proses SDM PT KAI” dapat saya selesaikan dengan sebaik-baiknya.
Adapun tujuan dan maksud dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi
salah satu tugas yang diberikan oleh Dosen pada mata kuliah Manajemen
Sumber Daya Manusia.
Dalam proses penyusunan tugas makalah ini pasti terdapat hambatan, namun berkat motivasi dan dukungan dari berbagai pihak, saya akhirnya dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada :
Ibu Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM yaitu selaku Dosen Pembimbing dari mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia di Multi Data Palembang yang telah memberikan masukan, motivasi, dan dorongan kepada penulis.
Tentunya, besar harapan saya agar tugas makalah ini bisa bermanfaat dan berguna bagi para pembaca dan dapat membantu pembaca untuk menemukan informasi di tugas makalah ini. Akhir kata, saya mohon maaf apabila dalam penulisan tugas makalah ini masih terdapat banyak kesalahan.
Palembang, 22 Oktober 2018
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.....................................................................…....
DAFTAR ISI...........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...............................................................…....
1.1 Latar Belakang..................................................................................
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................
1.3 Tujuan Penulisan...............................................................................
BAB II PEMBAHASAN............................................................……....
2.1 Sejarah PT KAI.................................................................................
2.2 Proses Sumber Daya Manusia.................................….....................
BAB III PENUTUP................................................................................
3.1 Kesimpulan......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................…….........
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang kian pesat, peranan Sumber Daya Manusia (SDM) dirasakan semakin penting bagi badan usaha.Kualitas sumber daya manusia organisasi sangat menentukan sukses atau gagalnya pencapaian tujuan organisasi.Sumber daya manusia merupakan sumber daya organisasi yang paling vital dan diakui sebagai asset yang paling berharga bagi badan usaha.
PT.KAI merupakan salah satu perusahaan yang sangat mementingkan kualitas dari SDM nya.Definisi Pengembangan SDM menurut ahli Menurut Werner dan De Simone, pengembangan sumber daya manusia ( human resources development ) Diartikan sebagai serangkaian aktivitas yang sistematis dan terencana yang dirancang oleh organisasi untuk memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk mempelajari keahlian yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan kerja saat ini dan yang akan datang.
Mengelola tenaga kerja dengan benar berarti mewujudkan tenaga kerja yang mampu bekerja dengan produktivitas kerja tinggi melalui pelaksanaan fungsi administratif dan fungsi operasional. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berarti untuk mengembangkan tenaga kerja yang tersedia melalui metode yang sesuai seperti pelatihan, promosi, transfer, dan kesempatan untuk pengembangan karir. Tim tersebut merupakan aset penting dari suatu perusahaan. Salah satu organisasi yang berbeda dari yang lain terutama karena orang-orang (karyawan) yang bekerja di dalamnya. Menurut Peter F. Druker , "kelangsungan hidup bisnis tergantung pada kinerja manajernya besok." Oleh katena itu sumber daya manusia harus dipelihara dan digunakan untuk kepentingan organisasi.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagamaina proses dan pengembangan sumber daya manusia didalam PT KAI?
2. Apa saja aspek pengembangan sumber daya manusia?
3. Bagaimana fase-fase pelatihan sumber daya manusia?
1.3 Tujuan Penulis
1. Menjadi tahu proses dan pengembangan sumber daya manusia
2. Memahami aspek pengembangan sumber daya manusia
3. Mengetahui fase-fase pelatihan sumber daya manusia
4. Mengetahui kendala apa saja yang biasa terjadi didalam sumber daya manusia dari PT KAI
BAB II
PEMBAHASAN
Pada hari Jumat, tanggal17 Juni 1864, kereta api (KA) pertama di Indonesia lahir. Pembangunan diprakarsai oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan rute Kemijen - Tanggung . Pencangkulan tanah pertama dilakukan di Desa Kemijen dan diresmikan oleh Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele . Namun jalur ini dibuka tiga tahun berikutnya, 10 Agustus 1867 . Hingga tahun 1873 tiga kota di Jawa Tengah , yaitu Semarang , Solo, dan Yogyakarta sudah berhasil dihubungkan.
Masa politik kolonial liberal rupanya mengakibatkan Pemerintah Belanda enggan mendirikan perusahaannya dan justru memberikan kesempatan luas bagi perusahaan-perusahaan (KA) swasta. Namun sayangnya, perusahaan swasta itu tidak memberikan keuntungan berarti (apalagi NIS masih membutuhkan bantuan keuangan dari Pemerintah Kolonial), maka Departemen Urusan Koloni mendirikan operator KA lain, Staatsspoorwegen , yang membentang dari Buitenzorg hingga Surabaya . Pertama dibangun di kedua ujungnya, jalur pertama di Surabaya dibuka pada tanggal16 Mei 1878 dan terhubung pada tahun 1894.
Selain itu, muncul juga lima belas operator KA swasta di Jawa yang menamakan dirinya sebagai "perusahaan trem uap", namun meskipun namanya demikian, perusahaan itu sudah dapat dianggap sebagai operator KA regional.
Sebagai perusahaan kolonial, sebagian besar jalur KA di Indonesia mempunyai dua tujuan: ekonomis dan strategis. Nyatanya, syarat bantuan keuangan NIS antara lain membangun rel KA ke Ambarawa , yang memiliki benteng bernama Willem I (yang diambil dari nama Raja Belanda). Jalur KA negara pertama dibangun melalui pegunungan selatan Jawa, selain daerah datar di wilayah utara Jawa, untuk alasan strategis sama. Jalur KA negara di Jawa menghubungkan Anyer (lintas barat) menuju Banyuwangi (lintas timur).
Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh, menghubungkan Banda Aceh hingga Pelabuhan Uleelhee , dengan lebar sepur 1.067 mm, yang digunakan untuk keperluan militer. Kemudian, lebar sepur yang sebelumnya 1.067 mm kemudian diganti menjadi 750 mm membentang ke selatan. Jalur ini kemudian berpindah kepemilikan dari Departemen Urusan Perang kepada Departemen Urusan Koloni tanggal 1 Januari 1916 menyusul perdamaian relatif di Aceh.
Ada pula jalur kereta api di Ranah Minangkabau (dibangun pada tahun1891- 1894) dan Sumatera Selatan (dibangun tahun1914- 1932). Kedua jalur ini digunakan untuk melintas layanan KA batu bara dari pertambangan bawah tanah menuju pelabuhan.
Di Sumatera Utara , ada perusahaan KA bernama Deli Spoorweg Maatschappij yang banyak mengangkut karet dan tembakau di daerah Deli.
Pembangunan jalur kereta api juga dilangsungkan di Sulawesi Selatan pada bulanJuli1922 hingga 1930; sebagai bagian dari proyek besar-besaran pembangunan jalur rel di Kalimantan dan Sulawesi , menggabungkan sistem rel KA di Sumatera, serta elektrifikasi jalur KA utama di Jawa. Namun Depresi Besar telah membatalkan upaya ini. Meskipun tidak sempat dibangun, studi pembangunan jalur KA di Kalimantan, Bali, dan Lombok telah selesai dilakukan.
Semasa pendudukan Jepang , seluruh jalur KA (bahkan yang terpisah sekali pun) dikelola sebagai satu kesatuan. Sementara itu, di Sumatera, juga dikelola oleh cabang-cabang Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang , secara terpisah.
Pendudukan Jepang akhirnya mengubah lebar sepur 1.435 mm di Jawa menjadi 1.067 mm, sebagai penyelesaian masalah lebar sepur ganda. Ini bukanlah "permasalahan nyata" karena tidak banyak perubahan materiil di kedua sistem itu, banyak rel 1.435 mm dipasangi rel ketiga pada tahun 1940, menghasilkan rel dengan lebar sepur campuran.
Pasca-kemerdekaan
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945 , karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang.
Pada tanggal 28 September 1945 , pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya menegaskan bahwa mulai hari itu kekuasaan perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia sehingga Jepang sudah tidak berhak untuk mencampuri urusan perkeretaapian di Indonesia . Inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI)./
Kecuali DKA, ada operator KA lain yaituKereta Api Soematra Oetara Negara Repoeblik Indonesia dan Kereta Api Negara Repoeblik Indonesia, yang semuanya beroperasi di Sumatera.
Nama DKA pun berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), semasa Orde Lama . Lalu, pada tanggal 15 September 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api ( PJKA, Perjanka) . Kemudian, pada tanggal 2 Januari 1991 , PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), dan semenjak tanggal1 Juni 1999, Perumka mulai menunjukkan keterbukaannya dan berubah menjadi PT Kereta Api (Persero) (PT KA). Pada bulan Mei 2010, nama PT KA berubah menjadiPT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) , hingga saat ini.
2.2 Proses dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
A SPEK P ENGEMBANGAN SDM
Aspek kuantitas
Yang mencakup jumlah SDM yang tersedia atau penduduk,
Aspek kualitas
Yang mencakup kemampuan SDM baik fisik maupun nonfisik atau kecerdasan dan mental dalam melaksanakan pembangunan.
TALEN T MANAGEMENT
Talent management atau manajemen bakat adalah suatu proses manajemen SDM terkait tiga proses.
1.Mengembangkan dan memperkuat karyawan baru pada proses pertama kali masuk perusahaan (onboarding).
2.Memelihara dan mengembangkan pegawai yang sudah ada di perusahaan.
3.Menarik sebanyak mungkin pegawai yang memiliki kompetensi, komitmen dan karakter bekerja pada perusahaan.
BEBERAPA CARA Y ANG DILAKUKAN DALAM HAL PENGEMBANGAN SDM
-Melakukan pelatihan-pelatihan
-Memberikan reward bagi karyawan yang kerjanya mencapai target yang diberikan oleh perusahaan.
-Meningkatkan kompetensi individu karyawan pada perusahaan tersebut
BEBERAPA TUJUAN DILAKUKANNYA PELATIHAN
-Meningkatkan pengetahuan karyawan dalam hal budaya dan pesaing mancanegara yang diperlukan untuk sukses di pasar internasional.
-Membantu meyakinkan bahwa karyawan memiliki keterampilan dasar dalam teknologi atau komputer.
-Membantu karyawan dalam memahami bagaimana bekerja dengan efektif untuk meningkatkan kualitas produk.
-Menekankan budaya organisasi dalam inovasi,kreatifitas dan pembelajaran.
-Memastikan ketentraman bekerja karena kontribusi karyawan kepada organisasi telah berubah.
FASE PELATIHAN
-Fase penilaian kebutuhan (manajer menentukan permasalahan atau kebutuhan bahwa pelatihan diperlukan)
-Fase pengembangan dan pelaksanaan pelatihan (penentuan tipe pelatihan yang tepat dan menawarkannya pada peserta)
-Fase evaluasi (penilaian keefektifan program pelatihan)
Kendala-kendala SDM PT.KAI
-Adanya tindak korupsi di atas KA.Dalam hal ini ada oknum kondektur yang melakukan praktik bayar diatas kepada para penumpang gelap.
-Tingkat keamanan KA eksekutif yang sangat minim.
-Perlintasan KA rawan kecelakaan
Tindakan yang dilakukan PT.KAI
-Meningkatkan komunikasi antara manajemen dengan karyawan maupun antar sesame karyawan agar meningkatkan produktivitas kerja karyawan .
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jika suatu perusahaan memiliki SDM yang baik, secara Otomatis perusahaan itu akan “baik” pula, begitu juga sebaliknya. Masalah SDM dalam suatu perusahaan sangatlah bervariasi, maka dari itu suatu perusahaan harus mengetahui apa kekurangan dan kelemahan dari SDM nya sendiri.Pelatihan SDM bertujuan untuk meningkatkan Skill dari karya wanter tersebut mulai dari teori,perilaku kerja,dan pemikirannya.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar