Sabtu, 07 April 2018

MAKALAH PERILAKU ORGANISASI
“ KASUS MOTIVASI KERJA”
(Terlibat Politik Praktis Bisa Dipecat)




Disusun Oleh :
Suryadi Johan
1721200059
STIE MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PALEMBANG
2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat serta anugrah-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya dengan judul “Kasus Motivasi Kerja
Makalah ini berisikan tentang Kasus Motivasi Kerja yang sudah menjadi tugas penulis dengan dukungan orang tua, sahabat dan dosen.
Saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang telah mendukung saya dalam pembuatan Makalah ini baik semoga Tuhan senantiasa menyertai kita dengan anugrah-Nya.
Ucapan terima kasih saya berikan kepada :
1. Ibu Charisma Ayu Pramudhita, M.HRM. selaku Dosen Perilaku Organisasi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang.
Palembang, 7 April 2018

DAFTAR ISI
HALAMAN

HALAMAN JUDUL LUAR ............................................................................................. i
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Gambar Koran......................................................................................................... 5
2.2 Pembahasan .......................................................................................................... 6-10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................................. 10-11
3.2 Saran...................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 11
Bab 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Motivasi berasal dari kata latin “movere” yang berarti “dorongan atau daya penggerak”. Motivasi ini sangat diperlukan seseorang dalam menjalankan segala aktivitasnya. Dalam menjalankan hidup, seseorang memerlukan banyak motivasi agar ia dapat menjalankan segala sesuatu yang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam dunia pendidikan, seorang anak memerlukan motivasi baik dari orang tua, guru, maupun teman-temannya agar ia mampu meningkatkan prestasi belajarnya.
Hal ini pula yang dibutuhkan orang dalam dunia kerja. Seseorang hanya dapat bekerja dengan baik apabila ia mendapatkan motivasi kerja yang baik pula. Motivasi kerja tidak hanya bersumber dari dalam diri orang itu saja, melainkan memerlukan perpaduan baik dari diri sendiri, atasan, maupun lingkungan kerja itu sendiri. namun di balik semuanya itu, kita perlu mengetahui cara meningkatkan motivasi kerja karyawan. Sehingga kelak kita sebagai calon manajer masa depan bisa meningkatkan motivasi kerja kepada para bawahan kita.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang yang telah diuraikan diatas, penulis telah merumuskan masalah yang akan dibahas didalam isi makalah, sebagai berikut:
1. Apa pengertian motivasi ?
2. Apa saja komponen dasar dalam Motivasi ?
3. Bagaimana cara meningkatkan motivasi karyawannya ?
Tujuan Penulisan
1. Memenuhi tugas mata kuliah Perilaku Organisasi dengan Dosen Pengajar Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM
2. Dalam rangka pemahaman lebih mendalam tentang pembahasan materi Motivasi.
3. Untuk mengetahui cara meningkatkan motivasi kerja.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Gambar Koran







2.2 Pembahasan

A. Pengertian Motivasi
Menurut Hasibuan Malayu S.P dalam Sunyoto Danang (2012:191) motivasi adalah suatu perangsang keinginan daya gerak kemauan bekerja seseorang, setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Sedangkan Asa’ad dalam Pasolog, Harbani (2010:140) motivasi adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan dorongan yang dapat membangkitkan kemauan kerja karyawan untuk memulai melaksanakan pekerjaan sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
B. Tujuan Motivasi
Menurut Sunyoto Danang (2012:198) tujuan motivasi antara lain :
1) Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan
2) Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
3) Meningkatkan produktivitas kerja karyawan
4) Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan
5) Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
6) Meningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan.
Sedangkan menurut Pasolog, Harbani (2008:142) menyatakan pentingnya motivasi yaitu :
1) Motivasi merupakan masalah terpenting dalam proses hidup dan kehidupan.
2) Kinerja karyawan rata-rata 60% tingkat evisiennya, dengan motivasi yang baik dapat meningkat s/d 80% keatas.
3) Orang bekerja bukan hanya karena uang tapi kepuasan kerja.
4) Motivasi adalah tugas yang paling “crusial” para pemimpin.
Berdasarkan pendapat diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa motivasi betujuan untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya dengan peningkatan prestasi kerja dari para karyawan.
C. Jenis-jenis Teori Motivasi
Menurut Husein Umar dalam Sunyoto Danang (2012:192) teori motivasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu teori motivasi kepuasa dan teori motivasi proses.
1) Teori kepuasan (content theory)
Teori ini mendasarkan pada factor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu sehingga mereka mau melakukan aktivitasnya, jadi mengacu pada diri seseorang. Teori ini mencoba mencari tahu tentang kebutuhan apa yang dapat memuaskan dan yang dapat mendorong semangat kerja seseorang.
(a) Teori kebutuhan
Menurut ini kebutuhan dan kepuasan pekerja identic dengan kebutuhan biologis dan psikologis, yaitu berupa material maupun non-material. Dasar teori ini adalah bahwa manusia merupakan mahkluk yang keinginannya tak terbatas, alat motivasinya adalah kepuasan yang belum terpenuhi serta kebutuhannya berjenjang. Atas dasar asumsi di atas. Kebutuhan manusia menurut Maslow dalam Sunyoto Danang (2012:194) adalah sebagai berikut :
(1) Kebutuhan fisiologis (physiological needs)
(2) Kebutuhan rasa aman (safety needs)
(3) Kebutuhan social (social needs)
(4) Kebutuhan penghargaan (esteem needs)
(b) Teori ERG (Existence, Relatedness, and Growht) dari Clayton Alfeder.
Sebagaimana halnya teori-teori kebutuhan, teori ERG dari Calyton Alfeder sependapat bahwa orang cenderung meningkat kebutuhannya sejalan dengan terpuaskannya kebutuhan di bawahnya. Menurut ERG ada 3 kelompok kebutuhan yang utama, yaitu :
(1) Kebutuhan akan keberadaan (existence needs)
(2) Kebutuhan akan afilasi (relatedness needs)
(3) Kebutuhan akan pertumbuhan (growth needs)
(c) Teori motivasi prestasi dari Mc. Clellad
Teori ini menyatakan bahwa seseorang bekerja memiliki energy potensial yang dapat dimanfaatkan tergantung pada dorongan motivasi, situasi, dan peluang yang ada. Mc. Clellad meneliti tiga jenis kebutuhan, yaitu :
(1) Kebutuhan akan prestasi
(2) Kebutuhan akan afiliasi
(3) Kebutuhan akan kekuasaan
2) Teori motivasi proses (process theory of motivation)
Teori ini berusaha agar setiap karyawan mau bekerja giat sesuai dengan harapan. Daya penggerak yang memotivasi semangat kerja terkandung dari harapan yang akan diperolehnya. Jika harapan menjadi kenyataan maka karyawan cenderung akan menigkatkan kualitas kerjanya, begitu pula sebaliknya. Ada 3 macam teori proses yang utama. antara lain:
(a) Teori harapan (expectancy theory)
(b) Teori keadilan
(c) Teori penguatan
Ada tiga jenis penguatan yang dapat dipergunakan manajer untuk memodifikasi motivasi karyawan, yaitu:
- Penguatan positif, bias penguat premier seperti minuman dan makanan yang memuaskan kebutuhan biologis, ataupun penguatan sekunder seperti penghargaan berwujud hadiah, promosi dan uang.
- Penguatan negative, dimana individu akan mempelajari perilaku yang membawa konsekuensi tidak menyenangkan dan kemudia menghindari perilaku tersebut dimasa mendatang.
- Hukuman, penerapan hukuman dimaksudkan untuk mengurangi atau menghilangkan kemungkinan perilaku yang tidak diinginkan akan diulang kembali.
Sedangkan menurut Mangkunegara, A.A Anwar Perabu (2011:94-100) mengungkapkan teori motivasi sebagai berikut :
1) Teori kebutuhan
2) Teori insting
3) Teori drive
4) Teori lapangan
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan teori-teori menunjukan berbagai motivasi yang mendorong gairah dan semangat kerja karyawan. Kebutuhan menjadi salah satu motivasi yang penting, kebutuhan manusia ini berbeda-beda bukan hanya dari segi materi maupun non materi.
D. Langkah-langkah Memotivasi
Menurut Danang Sunyoto (2012:198) dalam memotivasi bawahan, ada beberapa petunjuk atau langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh setiap pimpinan, yaitu:
1) Pemimpin harus tahu apa yang harus dilakukan oleh bawahan.
2) Pemimpin harus berorientasi kepada kerangka acuan orang.
3) Tiap orang berbeda-beda di dalam memuaskan kebutuhan.
4) Setiap pemimpin harus memberikan contoh yang baik bagi karyawan.
5) Pemimpin mampu mempergunakan keahlian dalam berbagai bentuk.
6) Pemimpin harus berbuat dan berlaku realistis.
Sedangkan menurut Mangkunegara, A.A Anwar Prabu (2012:76-77) teknik memotivasi karyawan sebagai berikut:
1) Teknik pemenuhan kebutuhan karyawan/
Pemenuhan kebutuhan merupakan fundamental yang mendasari perilaku kerja. Kita tidak mungkin dapat memotivasi kerja karyawan tanpa memperhatikan apa yang dibutuhkan.
2) Teknik komunikasi persuasi
Teknik komunikasi persuasi merupakan salah satu teknik motivasi kerja karyawan yang dilakukan dengan cara mempengaruhi karyawan secara ekstralogis.
Berdasarkan pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa memotivasi para karyawan untuk bekerja dapat dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan juga ditambah dengan menggunakan teknik komunikasi yang baik.
E. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja menurut Sustermeister dalam Djatmiko, Yayat Hayati (2002:67) yaitu:
1) Kondisi lingkungan kerja
2) Kondisi social lingkungan kerja
3) Keterpenuhan kebutuhan dasar individu
Sedangkan menurut Pasualang, Harbani (2010:152) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja yaitu:
1) Faktor eksteren
(a) Kepemimpinan
(b) Lingkungan kerja yang menyenangkan
(c) Komposisi yang memadai
(d) Adanya penghargaan akan prestasi
(e) Status dan tanggung jawab
2) Faktor interen
(a) Kematangan pribadi
(b) Tingkat pendidikan
(c) Keinginan dan harapan pribadi
(d) Kebutuhan terpenuhi
(e) Kelemahan dan keborosan
(f) Kepuasan kerja
Berdasarkan pendapat diatas bahwa yang mempengaruhi motivasi kerja yaitu faktor eksteren dan interen. Faktor eksteren yang mempengaruhi motivasi kerja kondisi linkungan kerja, kepemimpinan, status dan jabatan. Faktor interen kebutuhan terpenuhi, tingkat pendidikan dan kepuasan kerja.

Cara Untuk Meningkatkan Motivasi Kerja

Karyawan adalah salah satu sumber daya terpenting bagi setiap perusahaan untuk mencapai tujuannya. Berbeda dengan sumber-sumber daya lainnya, Karyawan adalah sumber daya yang sangat spesifik karena mempunyai perilaku dan perasaan serta memiliki akal dan tujuan pribadi masing-masing. Karenanya, mengelola sumber daya manusia (karyawan) menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan mewujudkan visi dan misi perusahaan.
Berikut ini terdapat 10 Cara Untuk Meningkatkan Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan Anda :
1. Sediakan lingkungan terbaik untuk bekerja bagi karyawan anda
Buat suasana santai dan kekeluargaan. Sebagian ahli sumber daya manusia (SDM) mengatakan bahwa lingkungan kerja yang nyaman memrupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Lingkungan kerja dapat berupa fasilitas kerja seperti: bonus, tunjangan, asuransi, suasana kerja seperti: suhu, kebisingan, udara, bau, keamanan dan lokasi.

2. Berikan pelatihan yang sesuai pada karyawan anda
Menginvestasikan dana dengan memberikan pelatihan kepada karyawan merupakan ide yang baik, karena karyawan yang pintar dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan cermat. Ini bisa memberikan efisiensi waktu jangka panjang bagi perusahaan. Dengan adanya training, karyawan anda dapat melakukan pekerjaan secara lebih professional dan dapat meningkatkan semangat.

3. Fasilitas yang baik dapat menunjang pekerjaan karyawan anda
Fasilitas kerja seperti komputer ataupun laptop adalah hal yang penting, jangan sampai karyawan ber alasan bahwa komputernya lemot sehingga pekerjaan menjadi terganggu. Berikan peralatan kerja yang pantas agar karyawan anda dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien.

4. Berikan mereka semangat agar dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik

Semangati karyawan anda agar mereka yakin bahwa mereka dapat melakukan pekerjaan dengan baik, sehingga mereka terhindar dari stress. Pacu mereka untuk bisa mencari solusi sendiri terlebih dahulu. Jika mereka benar-benar butuh bantuan, baru anda turun untuk memberikan bantuan. Dengan ini, anda dapat mendidik mental karyawan sekaligus melatih rasa percaya diri karyawan anda. Berikan tantangan dan ruang kerja yang bebas pada mereka, agar mereka dapat mengembangkan kreativitasnya, ini berguna bagi perkembangan perusahaan dalam jangka panjang.

5. Selalu dukung usaha karyawan anda selama itu baik bagi perusahaan

Meyakinkan mereka bahwa anda selalu mendukung mereka dalam melakukan pekerjaannya. Yakinkan bahwa mereka tidak sendiri, anda selalu siap membantu mereka jika mereka kesulitan, dengan begitu anda dapat memperoleh kepercayaan dan loyalitas para karyawan anda.

6. Berikan Tujuan dan Target yang Sesuai dengan kemampuan karyawan Anda

Berikan Tujuan dan Target yang Jelas dan sesuaikan dengan kemampuan personal setiap karyawan. Anda harus mengetahui secara garis besar kemampuan bawahan anda dan bawahan anda harus tau apa yang anda inginkan dari mereka. Dengan demikian tercipta lingkungan kerja harmonis yang dapat mencapai segala tujuan maupun target yang telah anda tetapkan . Setiap karyawan harus tau yang anda inginkan dan anda memberikan tujuan dan target yang sesuai denga kemampuan mereka, dengan begitu tercipta kepuasan kerja karena setiap karyawan dapat menyelesaikan target yang anda tetapkan.

7. Dengarkan saran dari karyawan anda

Dengarkan mereka, jangan egois dan menganggap diri anda paling hebat walaupun anda adalah atasan. Anda perlu melakukan pertemuan singkat minimal setiap minggu sekali untuk melakukan pertukaran pikiran sambil berdiskusi ringan dengan karyawan ataupun bawahan anda. Dengan demikian anda dapat mengetahui harapan dan keinginan mereka terhadap perusahaan. Bukan tidak mungkin anda juga bisa mendapatkan ide-ide luar biasa yang dapat digunakan untuk kepentingan perusahaan dari pertemuan singkat tersebut.

8. Jangan sungkan untuk memuji karyawan anda

Jangan pelit dalam memberikan pujian. Setiap orang senang mendengarkan pujian termasuk bawahan anda. Kata-kata pujian yang tepat dapat memberikan semangat kerja dan memotivasi mereka agar melakukan tugas menjadi lebih baik lagi. Beberapa kata sederhana yang dapat membuat mereka lebih bersemangat dalam bekerja, contohnya “anda telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik bahkan melampaui harapan saya”, “saya tidak salah merekrut kamu disini, you are the right man in the right place”, “Anda telah membantu meringankan banyak beban pekerjaan saya” dan lain sebagainya.

9. Hargai karyawan anda dengan merayakan keberhasilannya

Merayakan keberhasilan, pasti anda pernah mendengar kalimat “reward yourself” namun jangan lupa “reward your team”. Saya sering melakukan hal ini, setiap team yang mencapai target atau bahkan melampaui target, saya akan mengadakan perayaan kecil-kecilan, sekedar makan direstoran bersama maupun memberikan hadiah berupa makanan seperti coklat atau permen. Tentu itu tidak termasuk dengan bonus jalan-jalan maupun gaji yang mereka rasakan. Yang terpenting bukanlah harga dari pemberian, namun mereka merasa dihargai oleh anda sebagai atasan sehingga untuk kedepannya mereka akan bekerja dengan giat.

10. Berikan penghargaan secara finansial bagi mereka yang berprestasi

Memberikan penghargaan secara Finansial merupakan hal yang penting. Tidak memberikan penghargaan kepada mereka yang bekerja dengan baik berarti membuka kesempatan bagi perusahaan kompetitor anda untuk merekrut mereka. Namun perlu diingat, karyawan yang berharap bonus terlalu tinggi dapat menyebabkan mereka putus asa jika jumlah bonus tidak sesuai harapan. Oleh karena itu, anda perlu mengarahkan mereka untuk tidak terlalu melihat “jumlah” Bonus yang didapat tetapi menilai Bonus sebagai bentuk apreasiasi perusahaan terhadap kinerja dan produktivitas mereka capai.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa hal berikut.
1. Motivasi kerja adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang, baik yang berasal dari dalam dan luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat tinggi menggunakan semua kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya.
2. Kaitan motivasi kerja dengan unjuk kerja dapat diungkapkan sebagai berikut: unjuk kerja (performance)adalah hasil interaksi antara motivasi kerja, kemampuan (abilities), dan peluang (opportunities), dengan kata lain unjuk kerja adalah fungsi dari motivasi kerja kali kemampuan kali peluang.
3. Beberapa cara untuk meningkatkan motivasi kerja ialah sebagai berikut.
1. Sediakan lingkungan terbaik untuk bekerja bagi karyawan anda
2. Berikan pelatihan yang sesuai pada karyawan anda
3. Fasilitas yang baik dapat menunjang pekerjaan karyawan anda

4. Berikan mereka semangat agar dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik

5. Selalu dukung usaha karyawan anda selama itu baik bagi perusahaan

6. Berikan Tujuan dan Target yang Sesuai dengan kemampuan karyawan Anda

7. Dengarkan saran dari karyawan anda

8. Jangan sungkan untuk memuji karyawan anda

9. Hargai karyawan anda dengan merayakan keberhasilannya

10. Berikan penghargaan secara finansial bagi mereka yang berprestasi

3.2 Saran
Hendaknya motivasi kerja berkembang pada kekuatan yang diubah dalam pola kebutuhan dan kepercayaan untuk bekerja dalam organisasi. Hendaknya memotivasi dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan dan kepuasan tenaga kerja dimana organisasi dapat menetukan sendiri pola kebutuhan dan kepuasannya tanpamengabaikan tenaga kerja.

DAFTAR PUSTAKA
- https://urusandunia.com/meningkatkan-motivasi-kerja-dan-kinerja-karyawan/#!
- http://117house.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-motivasi-kerja.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar